DONGENG”Pengertian DongengDongeng merupakan salah satu jenis prosa lama dalam kesusasteraan Indonesia yang ceritanya tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh). Sedangkan menurut wikipedia dongeng adalah suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral.Dari dua pengertian tersebut dapat diketahui bahawa dalam dongeng nilai-nilai moral diajarkan, dan tidak selamanya dongeng diambilkan dari kisah fiktif. Kisah nyata pun bisa dijadikan bahan untuk mendongeng dengan kemasan dominan pada unsur seninya.
Ini artinya, mengajarkan dongeng berarti mengajarkan pula nilai-nilai moral dan budi pekerti pada peserta didik. Sehingga menemukan hal-hal yang menarik dari sebuah dongeng yang diperdengarkan dijadikan kompetensi dasar yang harus dicapai dalam pengajaran dongeng.
Ciri-ciri dongengDongeng merupakan karya sastra lama yang biasanya mempunyai sifat atau ciri-ciri sebagai berikut:
- Anonim artinya dongeng sering kita temukan tanpa diketahui nama pengarangnya.
- Disebarkan dari mulut ke mulut. Pada zaman dulu dongeng sering diperdengarkan oleh seorang yang disebut pelipur lara, yaitu seorang pendongeng yang biasanya di undang ke istana untuk menghibur.
- Bersifat istana sentris hal ini wajar karena dongeng sering diperdengarkan di istana, sehingga kisah yang diangkat lebih banyak pada kehidupan istana.
Dalam perkembangannya sekarang ini banyak yang sudah berusaha mengumpulkan buku yang berisi kumpulan dongeng, baik yang berjenis fabel, sage, mite, legemde maupun parabel.
Jeni-Jenis DongengDongeng sendiri banyak ragamnya, yaitu sebagai berikut :
- Fabel yaitu cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti). Fabel sering digunakan sebagai cerita dalam rangka mendidik masyarakat. Misalnya cerita tadi. Amanat yang dapat anda petik adalah jangan sekali-kali berbuat sombong. Karena kesombongan bukan senjata yang tepat untuk memenangkan kejuaraan.
Contoh : Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi, - Mite (mitos), adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib. Contoh : Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai, dan lain-lain.
- Legenda, adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah. Contoh : Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu, dan lain-lain.
- Sage, adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang. Contoh : Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dan lain-lain.
- Parabel, adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan. Contoh : Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Bhagawagita, dan lain-lain.
- Dongeng jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas atau cerdik dan masing-masing dilukiskan secara humor.Contoh : Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dan lain-lain.
Seperti prosa yang lain, dongeng juga tersusun atas dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sasta (dongeng) dari dalam.Dikatakan membangun karya sastra dari dalam karena unsur-unsur tersebut akan secara langsung ditemukan ketika pembaca membaca karya sastra tersebu. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar. Contoh unsur intrinsik adalah judul, tema, alur atau plot, tokoh, setting, amanah, dan gaya bahasa. Sedangkan contoh unsur ekstrinsik adalah tingkat pendidikan, sosial budaya masyarakat, tingkat ekonomi dan sebagainya.